OTOJATIM - Dulu, punya mobil adalah simbol pencapaian. Garasi penuh jadi kebanggaan. Sekarang polanya mulai berubah. Banyak orang tidak lagi terobsesi memiliki, tapi lebih memilih mengakses. Dari musik, film, sampai hunian, semuanya bergerak ke model langganan. Mobil pun mulai masuk ke fase yang sama.
Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Hyundai memperkenalkan Hyundai Subscribe untuk EV. Indonesia bahkan menjadi negara pertama di Asia Pasifik yang menjalankan program ini.
“Kami ingin memperkuat kehadiran EV premium kami sambil tetap memprioritaskan aksesibilitas. Hyundai Subscribe menawarkan cara fleksibel bagi pelanggan kami untuk menikmati teknologi terbaru kami tanpa batasan kepemilikan tradisional. Saya bangga mengumumkan bahwa khusus untuk Hyundai, program ini diperkenalkan untuk pertama kalinya di kawasan Asia Pasifik, dengan Indonesia terpilih sebagai negara pertama,” ungkap Kenny Lee, Presiden Direktur PT Hyundai Solusi Mobilitas.
Kalau kita jujur, pola pikir generasi urban memang berubah. Mobil bukan lagi sekadar aset. Ia adalah alat mobilitas. Selama bisa dipakai dengan nyaman, status kepemilikan bukan lagi hal utama.
Hyundai Subscribe memungkinkan konsumen menikmati Hyundai IONIQ 5 dan Hyundai IONIQ 5 N tanpa harus membeli unitnya. Cukup membayar biaya bulanan tetap dengan periode 12 hingga 60 bulan. Di dalamnya sudah termasuk asuransi, perawatan, pajak kendaraan, hingga bantuan darurat.
Bagi banyak profesional muda, ini terasa relevan. Karier bisa berpindah kota. Kontrak kerja bisa berubah. Gaya hidup dinamis. Tidak semua orang ingin terikat cicilan panjang atau memikirkan proses jual kembali.
Hyundai IONIQ 5 sendiri dikenal dengan platform E-GMP, pengisian daya cepat, dan fitur Vehicle to Load. Interiornya luas dan modern. Cocok untuk aktivitas harian di kota besar.
Hyundai IONIQ 5 N menawarkan sisi berbeda. Tenaga hingga 478 kW atau 650 PS dari sistem dual motor, akselerasi 0–100 km per jam sekitar 3,4 detik, dan kecepatan maksimum sekitar 260 km per jam. Ini pilihan bagi yang ingin performa ekstrem tanpa komitmen kepemilikan panjang.
Dari sudut pandang saya, inilah refleksi perubahan zaman. Orang tidak lagi sekadar mengumpulkan barang, tapi mencari fleksibilitas. Subscription memberi ruang untuk mencoba, menikmati, lalu menentukan langkah berikutnya tanpa tekanan.
Mobil mungkin tetap jadi kebutuhan. Tapi cara mengaksesnya sudah berubah. Dan generasi sekarang tampaknya makin nyaman dengan pola itu.
![]() |
| Hyundai IONIQ 5 kini bisa diakses lewat skema langganan yang sesuai gaya hidup urban. |
“Kami ingin memperkuat kehadiran EV premium kami sambil tetap memprioritaskan aksesibilitas. Hyundai Subscribe menawarkan cara fleksibel bagi pelanggan kami untuk menikmati teknologi terbaru kami tanpa batasan kepemilikan tradisional. Saya bangga mengumumkan bahwa khusus untuk Hyundai, program ini diperkenalkan untuk pertama kalinya di kawasan Asia Pasifik, dengan Indonesia terpilih sebagai negara pertama,” ungkap Kenny Lee, Presiden Direktur PT Hyundai Solusi Mobilitas.
Kalau kita jujur, pola pikir generasi urban memang berubah. Mobil bukan lagi sekadar aset. Ia adalah alat mobilitas. Selama bisa dipakai dengan nyaman, status kepemilikan bukan lagi hal utama.
Hyundai Subscribe memungkinkan konsumen menikmati Hyundai IONIQ 5 dan Hyundai IONIQ 5 N tanpa harus membeli unitnya. Cukup membayar biaya bulanan tetap dengan periode 12 hingga 60 bulan. Di dalamnya sudah termasuk asuransi, perawatan, pajak kendaraan, hingga bantuan darurat.
Bagi banyak profesional muda, ini terasa relevan. Karier bisa berpindah kota. Kontrak kerja bisa berubah. Gaya hidup dinamis. Tidak semua orang ingin terikat cicilan panjang atau memikirkan proses jual kembali.
Hyundai IONIQ 5 sendiri dikenal dengan platform E-GMP, pengisian daya cepat, dan fitur Vehicle to Load. Interiornya luas dan modern. Cocok untuk aktivitas harian di kota besar.
Hyundai IONIQ 5 N menawarkan sisi berbeda. Tenaga hingga 478 kW atau 650 PS dari sistem dual motor, akselerasi 0–100 km per jam sekitar 3,4 detik, dan kecepatan maksimum sekitar 260 km per jam. Ini pilihan bagi yang ingin performa ekstrem tanpa komitmen kepemilikan panjang.
Dari sudut pandang saya, inilah refleksi perubahan zaman. Orang tidak lagi sekadar mengumpulkan barang, tapi mencari fleksibilitas. Subscription memberi ruang untuk mencoba, menikmati, lalu menentukan langkah berikutnya tanpa tekanan.
Mobil mungkin tetap jadi kebutuhan. Tapi cara mengaksesnya sudah berubah. Dan generasi sekarang tampaknya makin nyaman dengan pola itu.



